STAZ ABDUL SOMAD DUKUNG PRABOWO, HADIAHI TASBIH & MINYAK WANGI

Ustaz Abdul Somad menyampaikan dukungan kepada calon presiden 02 Prabowo Subianto dalam menjalani proses pemilihan presiden 17 April mendatang. Hal itu disampaikan UAS -sapaan Ustaz Abdul Somad- saat berdialog dengan Prabowo di salah satu stasiun televisi nasional, Kamis (11/4).

UAS mengatakan, sejak awal selalu mengikuti ijtimak ulama. “Dan, ijtimak ulama sudah menjatuhkan pilihan pada Bapak,” ujar UAS kepada Prabowo. UAS menceritakan, dia sudah berkeliling ke banyak daerah di Tanah Air untuk berdakwah, semua umat yang mendengar ceramahnya selalu meneriakkan nama Prabowo sembari mengacungkan jari telunjuk dan jempol simbol kampanye pasangan Prabowo-Sandi.

“Ini saya lihat umat berharap besar pada Bapak (Prabowo). Itu yang saya lihat,” ungkap UAS. Namun, kata UAS, saat itu ia tetap belum yakin pada hatinya untuk menjatuhkan pilihan pada Prabowo.

“Saya takut mata saya tertipu dengan Pak Prabowo. Oleh sebab itu, saya cari ulama yang tidak masyhur, tidak populer. Ini ulama tidak dikenal orang, tapi mata batinnya bersih, Allah bukakan hijab kepada dia. Ini ulama-ulama yang tidak melihat materi, mungkin bapak tidak kenal,” kata UAS.

UAS kemudian melanjutkan ceritanya ke Prabowo. Dia bertemu ulama itu dan berbincang lama, tapi sama sekali tak menyinggung pemilihan presiden. UAS mengaku tidak pernah bertanya ke para ulama itu untuk pilih calon yang mana.

“Saya tidak mau tanya, saya biarkan dia baca hati saya, ngerti nggak dia, dan ketika datang, saya dekatkan telinga saya ke dia, apa kata dia, ‘saya bermimpi lima kali ketemu dia’. Saya tanya siapa, kata dia ‘Prabowo’. Kalau mimpi satu kali bisa jadi dari setan. Tapi lima kali dia mimpi ketemu Bapak, ini sinyal dari Allah,” katanya. Dari satu ulama, UAS bertemu lagi dengan ulama yang lain. Dia mengaku bertemu dengan ulama yang unik dan ‘aneh’.

“Dia tidak mau makan nasi kalau berasnya dibeli di pasar. Berasnya ditanam sendiri. Dia hanya mau minum kalau sumurnya dia gali sendiri, dan tidak mau menerima tamu perempuan. Dan pernah menteri datang dia usir,” jelas UAS. Saat datang bertemu ulama itu, UAS berbincang hangat, sampai 30 menit. Biasanya tamu yang lain hanya dua atau tiga menit saja, hanya didoakan.

“Dia bicara empat mata dengan saya. Di akhir pertemuan sebelum saya pulang dia bicara, bisikkan nama Prabowo,” kata UAS. Ulama ketiga yang ditemui UAS juga membisikkan nama Prabowo kepadanya. Apa yang dia dapat dari para ulama itu, kemudian ditimbang-timbangnya untuk disampaikan. Hingga akhirnya bertemu Prabowo dan diungkapkan.

“Jadi saya berpikir lama, ini kalau saya diamkan sampai pilpres, kenapa mereka cerita sama saya, tiap malam saya berpikir. Berarti harus disampaikan. Kalau tidak, ini seumur hidup akan jadi penyesalan, ‘Abdul Somad kenapa tidak kau ceritakan’. Setelah pertemuan ini selesai, kuserahkan semuanya kepada Allah, apa yang terjadi sama saya saya serahkan ke Allah SWT, ya Allah yang penting sudah saya sampaikan, plong, malam ini saya bisa tidur lelap,” ucapnya.

UAS juga punya dua pesan kepada Prabowo jika kelak menjadi presiden RI. Pertama, UAS meminta agar jangan diundang ke Istana. “Kalau Bapak nanti memang duduk jadi presiden, terkait dengan saya pribadi, dua saja. Pertama, jangan Bapak undang saya ke Istana. Biarkan saya berdakwah masuk ke dalam hutan, karena saya dari sana. Saya orang kampung. Kedua, jangan Bapak beri saya jabatan apa pun,” ucapnya. UAS berharap dia tetap menjadi penceramah. “Ini anugerah besar, tapi juga ujian besar. Saya berharap Allah menolong Bapak dalam setiap gerak dan langkah,” ujarnya.

Sumber Berita: Batam Pos
Video: Viral Medsos
Produksi: Batam Pos Channel