Tim Gabungan Obok-obok Batam, Sita Puluhan Ponsel Ilegal

Tim gabungan dari sejumlah instansi melakukan operasi penertiban dan penindakan ke Batam, baru-baru ini. Hal ini dilakukan lantaran maraknya dugaan peredaran barang-barang elektronik yang berasal dari negara tetangga Singapura.

Sejauh ini, Batam menjadi satu dari beberapa daerah di Indonesia yang menjadi pintu masuk barang ilegal. Khususnya barang-barang elektronik, terutama ponsel atau smartphone.

Penindakan tersebut dilakukan oleh Tim dari Ditjen SDPPI Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI, yang didampingi dari Ditjen PKTN Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI, Bareskrim Polri, Ditreskrimsus Polda Kepri, dan Balai Monitoring Spektrum Frekuensi Radio KeIas II Batam.

Kegiatan ini dilakukan berdasarkan amanat Undang Undang 36 Tahun 1999 tentang telekomunikasi pasal 32 ayat (1). Di mana setiap perangkat telekomunikasi yang diperdagangkan, dibuat, dirakit, dimasukkan dan atau digunakan di wilayah Negara Kesatuan Republik lndonesia wajib memperhatikan persyaratan teknis dan berdasarkan izin sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Berdasarkan UU No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen Pasal 8 ayat 1 huruf j, juga menyatakan pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan/atau jasa yang tidak mencantumkan informasi dan/atau petunjuk penggunaan barang dalam Bahasa Indonesia.

Sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku maka petunjuk manual dan kartu jaminan/garansi purna jual harus ada keterangan dalam bahasa Indonesia. Dari penertiban yang dilakukan di sejumlah pelaku usaha ponsel di beberapa mal dan pusat perbelanjaan elektronik di wilayah Kota Batam pada Rabu (27/2) lalu, teridentifikasi telah dijual telepon seluler yang tidak memiliki sertifikat dari berbagai merek/tipe, tidak berlabel standardisasi dari Kementerian Kominfo RI.

Barang-barang ini juga tidak memiliki Petunjuk Penggunaan (Manual) dan Kartu Jaminan/Garansi Puma Jual dalam Bahasa Indonesia bagi Produk Telematika dan Elektronika. Tim juga telah melakukan pengamanan barang bukti dari sejumlah pelaku usaha berupa ponsel sejumlah 50 unit dengan berbagai merek, model/tipe. Dari beberapa merek/tipe tersebut di atas, sebenarnya telah memiliki sertifikat standardisasi.

Hanya saja, saat diamankan produk-produk ini tidak memiliki kelengkapan persyaratan lainnya. Tim gabungan akan melakukan evaluasi terhadap hasil operasi penertiban perangkat telekomunikasi dimaksud, untuk menentukan langkah-langkah penegakan hukum berikutnya.

Video: Fiska Juanda, Cecep Mulyana
Produced by Batam Pos Channel